Banyak
warna
Tak hanya
hitam dan putih
Lebih
bervariasi dari pelangi
Lebih kaya
dari sultan brunei
Penuh warna
Walau tak
semua ceria
Tapi tetap
berwarna
Aku lupa
warnaku
Aku
terpaksa melupaknnya
Karena
harus berbaur dengan warna mereka
Tapi aku
ingat
Diingatkan
Warnaku
adalah kalian
Denting
botol kepulan asap dan kata bodoh
Terangkai
menjadi tawa
Bukan
sekedar tawa buatku
Lebih
seperti bahan bakar
Untuk
sekali lagi kembali nyata
berbaur
dengan warna mereka
Sampai aku
punya warnaku sendiri

Tidak ada komentar:
Posting Komentar