Mengenai Saya

Foto saya
Remaja tampan dengan kulit gelap dan tubuh montok yang menggoda, bahagia dalam tawa dan bahagia dalam tangis.Belum beristri tapi sudah berkeluarga, baik hati, tidak sombong, walaupun kadang suka membuang sampah sembarangan.Anak baik yang sedang mengejar mimpi.

Selasa, 22 Mei 2012

1


Terlalu terang untuk berpijar
Terlalu kelam untuk meredup
Saat semua berlari aku masih merangkak
Mencari jalan tertatih dan menerka
Bangkit untuk terjatuh lagi
Perlahan terpinggirkan
Dan kelak terlupakan
Mendekam di sudut gelap
Tanpa ada shower membasahi
Kering dan sepi
Aku tidak sedang bersembunyi
Ini rumahku keadaanku kenyataanku
Menyerah?
Mungkin belum sekarang waktunya
Malah terpikir untuk menyerahpun tidak
Aneh memang
Saat seperti tak ada lagi harapan
Aku masih mencoba
Atau lebih tepatnya memaksa
Aku tahu Tuhan sudah menyiapkan jalanNya
Jalan yang terbaik
Sulit memang untuk melihat yang baik saat semuanya memburuk
Tapi semua terlihat lebih jelas di bawah sini
Jelas bahwa setiap nyawa berharga
Jelas bahwa setiap asa berhak untuk ada
Satu pelajaran Tuhan untukku
Walaupun dengan kelas yang sangat tidak mengenakkan
Tapi tak apa
Selama masih ada doa untukku
Selama masih ada senyum menantiku
Aku akan terus merangkak
Sampai nanti aku mampu berdiri dan berlari
Sampai saat semua asa terpenuhi


Kamis, 17 Mei 2012

WARNA


Banyak warna
Tak hanya hitam dan putih
Lebih bervariasi dari pelangi
Lebih kaya dari sultan brunei
Penuh warna
Walau tak semua ceria
Tapi tetap berwarna
Aku lupa warnaku
Aku terpaksa melupaknnya
Karena harus berbaur dengan warna mereka
Tapi aku ingat
Diingatkan
Warnaku adalah kalian
Denting botol kepulan asap dan kata bodoh
Terangkai menjadi tawa
Bukan sekedar tawa buatku
Lebih seperti bahan bakar
Untuk sekali lagi kembali nyata
berbaur dengan warna mereka
Sampai aku punya warnaku sendiri

PAGI


Timur bercahaya
Gumam suara mulai menyeruak
Keran mengalir mengisi
Denting dapur menjanjikan asupan
Sepi
Hangat menyeruak bersama kopi
Celoteh riang menyambut hari
Sedikit kantuk masih berdiri
Sepi
Radio pagi bersuara
Bersahutan dengan raung klakson
Menutupi teriakan kehidupan si tukan sayur
Sepi
Dentum kereta memekak telinga
Tarik selimut sampai ke mata
Otak masih penuh dengan asa
Sepi
Sejenak mengerjap
Membuka telinga kesadaran
Sudah pagi
Aku masih sepi