Mengenai Saya

Foto saya
Remaja tampan dengan kulit gelap dan tubuh montok yang menggoda, bahagia dalam tawa dan bahagia dalam tangis.Belum beristri tapi sudah berkeluarga, baik hati, tidak sombong, walaupun kadang suka membuang sampah sembarangan.Anak baik yang sedang mengejar mimpi.

Selasa, 05 Februari 2013

DIA


Senyap menyadarkan asa yg terletak cerah
Menanti bekal untuk mencapainya
Entah bagaimana harus kulanjutkan
Terlalu sulit rumit malah terkadang pelik
Kataku tak ada lagi
Tertutup rindu walau setiap hari bertemu
Menanti pagi untuk senyummu
Nelangsa malam saat waktu kembali
Aku tak punya kata lagi
Maaf kau harus menunggu terlalu lama
Kepalaku sedang penuh
Penuh dengan rinduku padamu
Sesak padat oleh cintaku untukmu
Bahkan hatiku sedang tak ada waktu membentuk kesempatan
Maaf aku sibuk
Aku sibuk mengumpulkan bekal untuk bersamamu

REUNI


Terperangah sejenak melihat semuanya bergulir
Windu terakhir bertemu mereka polos tanpa tinta
Berlarian kicau kecil memori soal lalu
Sulit mengingatnya tapi tak mudah melupanya
Aku hanya diam terkejut tertawa dan bersembunyi
Mengarahkan kemudi kata mereka agar tetap di nostalgia
Tak terlalu jauh menjamah pagi sekarang
Bukan takut aku hanya enggan menebar bibit belas kasihan
Aku enggan menjadi pusat pusaran
Lebih baik begini
Aku bisa bebas tertawa diam dan bersembunyi

Sabtu, 10 November 2012

MEREKA YANG TIDAK TERLIHAT


Mereka yang tertutup kemiskinan
Mereka yang hilang karena tuntutan
Mereka yang terlupakan karena keadaan
Di mana mereka tinggal
Bagaimana mereka bertahan
Adakah yang peduli
Mereka yang terpendam berita gembira
Mereka yang terkubur prestasi yang lain
Mereka yang terpinggirkan karena tak memenuhi harapan
Kepada siapa mereka mengadu
Untuk siapa mereka tetap bermimpi
Adakah yang tau
Terkadang mereka muncul
Hanya sesaat
Mengulang cerita lama diantara kehidupan nyata
Tertawa sejenak lalu hilang lagi
Mereka terpendam asa
Mereka hilang terbawa keinginan sederhana
Untuk menyengangkan mereka yang lainnya

NARASI PICIK TENTANG DOA


Doaku belum dijawab hari ini
Bukan doa yang baru
Tetap doa yang kemarin
Tetap doa yang sama seperti biasa
Tenanglah Tuhan pasti mengabulkan doamu kata seseorang
Hanya Dia menunggu waktu yang tepat karena Dia tahu yang terbaik untukmu begitu ceramahnya
Bukan tak percaya aku hanya ingin bertanya
Sementara Kau menunda pengabulan doaku apa yang harus kulakukakn
Tetap beriman terus berdoa dan berusaha
Atau melakukan maksiat
Apa yang harus kulakukan Tuhan
Setidaknya beri aku sedikit petunjuk bahwa Engkau benar-benar Maha Mendengar
Beri aku bukti bahwa Engkau Maha Pemurah
Aku tahu aku pendosa yang baik jauh lebih baik daripada kemampuanku berbuat amal
Tapi apakah itu membuatMu tuli akan doaku
Apakah itu membuatMu mengacuhkan pintaku
Tuhan bukannya ingin memaki aku hanya lelah dicaci
Tak bolehkah ada sedikit bahagia untuk pendosa sepertiku
Haruskah semua untukku berarti susah dan susah
Aku hanya ingin tertawa melihat hasil usahaku
Aku hanya ingin bahagia saat meraih mimpiku
Tuhan tolong kabulkan doaku
Jangan Kau tunda lagi Tuhan
Aku sudah terlalu lelah menunggu
Tolong Tuhan
Aku tak ingin kehilangan imanku

REMAJA BULAT


Aku remaja bernasib bulat
Terbuang karena prestasi dan kegagalan mimpi
Keluargaku hanya peduli kapasitas otakku
Bila bodoh kau sampah bila pandai kau kebanggaan
Ibuku hanya peduli pada harga diri
Berkorbanlah maka kau berguna berdiamlah dan kau adalah neraka
Teman-temanku hanya peduli pada diri
Kau yang berlebihan kau yang keterlaluan
Kekasihku hanya peduli pada kesempurnaan
Berikan segalanya kau kupujua setitik nila kau tak lebih berharga dari jelaga
Tuhanku hanya peduli kepada mereka yang baik
Kau yang tidak taat mendapat azab kau yang menyembah mendapat surga
Aku hanya remaja bernasib bulat
Terlupakan saat teringat kenyataan
Saksi hidup saat nyata membantai mimpi
Keluargaku hidup di atas awan
Mereka yang tak mencapainya mati saja
Ibuku larut dalam alam kesepian
Hampir sulit untuk menjadi dua karena kriteria
Temanku hilang tersapu waktu dan kebodohan
Mungkin nanti bila waktunya percaya
Kekasihku memandang tinggi dari matahari
Kau hidup berkat cahayaku jangan bersikap seakan kau hebat
Tuhanku tetap tenang d singgasananya
Memandang lucu berbagai macam kreasinya
Aku hanya remaja bernasib bulat
Terpaksa tua karena tuntutan
Terpaksa pintar karena kebohongan
Aku hanya remaja bernasib bulat
Mencari dunia yang menerima usaha menghargai fakta menjaga percaya memandang ikatan dan peduli akan iman
Aku hanya remaja bernasib bulat
Yang terpaksa gagal mati karena belum giliran

Kamis, 30 Agustus 2012

DIAM


Terpekur lelah menatap jejak
Mengusap jelaga untuk mengindahkan dahaga
Melihat langit yang semakin meninggi
Membawa tenang semua mimpi
Meninggalkan diri bersama sepi
Kadang terlintas tanya kemusyrikan
Apakah Tuhan mendengar
Apakah Dia terlalu sibuk mencari pengganti
Atau Dia hanya tak ingin memberi
Berdiam kemudian menggundah
Menggundah kemudian tertawa
Tertawa kemudian menangis
Terus menangis sampai banjir
Kemudian berdiam lagi
Terpekur lagi
Terlihat hangat jejak kenangan kemarin
Saat semua mimpi terjadi hari ini
Salah arah kata mereka
Kurang pantas sahut yang lainnya
Tidak mampu bisik sebagian lain
Tak tahu
Tak peduli
Aku sudah berhenti berlari
Maksudku aku hampir berhenti berlari
Karena aku hanya terpekur sejenak
Melihat jejak usaha yang memudar
Terpekur melihat mimpi mereka yang menyentuh nyata
Nanti jika sudah selesai terpekur aku akan mulai lagi
Mulai lagi berlari mulai lagi menanti mulai lagi bersiap mati

CERITA SARITA


Tubuhku sudah renta dan lelah
Terkikis jaman dan kenyataan
Hanya mengenang saat aku masih mencari merdeka
Sekarang aku hanya duduk bergoyang sambil mendengar sarita muda bercerita
Aku malas aku tidak suka
Itu tanggapannya saat diharuskan berdiri mengenang merdeka
Memang melelahkan mendengar semburan pengumbar kata yang sering lupa sendiri arti merdeka
Satu-satunya kata yang menarik adalah saat dia mengucap salam penutupan
Aku hanya tertawa mendengar semburan kemalasannya yang lebih tajam dari peluru belanda
Aku berkata padanya
Bersabarlah
Berdiri terik menatap bendera memang menjemukan
Tapi bersabarlah
Berbahagialah karena merah putih bebas berkibar tanpa perlu ada nyawa yang hilang
Bersabarlah berbahagialah kemudian pulang makan dan beristirahatlah
Karena merdeka itu bahagia
 Merdeka itu bersabar
Karena merdeka itu punya tua dan muda