Mengenai Saya

Foto saya
Remaja tampan dengan kulit gelap dan tubuh montok yang menggoda, bahagia dalam tawa dan bahagia dalam tangis.Belum beristri tapi sudah berkeluarga, baik hati, tidak sombong, walaupun kadang suka membuang sampah sembarangan.Anak baik yang sedang mengejar mimpi.

Kamis, 30 Agustus 2012

DIAM


Terpekur lelah menatap jejak
Mengusap jelaga untuk mengindahkan dahaga
Melihat langit yang semakin meninggi
Membawa tenang semua mimpi
Meninggalkan diri bersama sepi
Kadang terlintas tanya kemusyrikan
Apakah Tuhan mendengar
Apakah Dia terlalu sibuk mencari pengganti
Atau Dia hanya tak ingin memberi
Berdiam kemudian menggundah
Menggundah kemudian tertawa
Tertawa kemudian menangis
Terus menangis sampai banjir
Kemudian berdiam lagi
Terpekur lagi
Terlihat hangat jejak kenangan kemarin
Saat semua mimpi terjadi hari ini
Salah arah kata mereka
Kurang pantas sahut yang lainnya
Tidak mampu bisik sebagian lain
Tak tahu
Tak peduli
Aku sudah berhenti berlari
Maksudku aku hampir berhenti berlari
Karena aku hanya terpekur sejenak
Melihat jejak usaha yang memudar
Terpekur melihat mimpi mereka yang menyentuh nyata
Nanti jika sudah selesai terpekur aku akan mulai lagi
Mulai lagi berlari mulai lagi menanti mulai lagi bersiap mati

CERITA SARITA


Tubuhku sudah renta dan lelah
Terkikis jaman dan kenyataan
Hanya mengenang saat aku masih mencari merdeka
Sekarang aku hanya duduk bergoyang sambil mendengar sarita muda bercerita
Aku malas aku tidak suka
Itu tanggapannya saat diharuskan berdiri mengenang merdeka
Memang melelahkan mendengar semburan pengumbar kata yang sering lupa sendiri arti merdeka
Satu-satunya kata yang menarik adalah saat dia mengucap salam penutupan
Aku hanya tertawa mendengar semburan kemalasannya yang lebih tajam dari peluru belanda
Aku berkata padanya
Bersabarlah
Berdiri terik menatap bendera memang menjemukan
Tapi bersabarlah
Berbahagialah karena merah putih bebas berkibar tanpa perlu ada nyawa yang hilang
Bersabarlah berbahagialah kemudian pulang makan dan beristirahatlah
Karena merdeka itu bahagia
 Merdeka itu bersabar
Karena merdeka itu punya tua dan muda


UNTUK DONY (BAYEK)


Terlalu cepat
Bahkan terlewat lama
Berita yg kudengar siang itu sangat mengejutkan
Berita kepergianmu kawan
Kepergianmu yang sudah 7 bulan lalu
Tak ada kesempatan untuk kata perpisahan
Doa untuk kesembuhan
Kata penghiburan untuk semangat
Tak ada kesempatan lagi
Untuk melihat tawa bodohmu
Kata-katamu yang kadang tidak jelas
Semua benar-benar tinggal kenangan
Memori lama semua terputar ulang
Sekilas membawa tawa dan banyak membawa duka
Duka bukan karena keberadaanmu
Tapi duka karena kepergianmu
Kadang aku masih tak percaya
Selalu tersimpan keinginan nanti kita kan berkumpul seperti biasa
Sekarang hanya nisanmu yang kuhadapi
Hanya doa yang mungkin bisa menemanimu di sana
Beristirahatlah dengan tenang temanku
Doaku selalu menyertaimu

TETAP BERDIAM


Terpekur duduk dalam senyap
Tertawa semu menyemai gelap
Berpikir kelak akankah masih berpijak
Melihat alam dan isinya saling bersenyawa
Memandang sendu pada bahagia terkabulkan
Berharap gundah hilang bersama asap
Lelah mendengar cerita nyata
Sementara aku hanya mengulang khayal
Kenapa aku harus ikut tertawa saat aku lebih pantas ditertawakan
Aku hanya sisa seleksi yang belum tereliminasi
Sementara pelaju lain semakin tinggi aku tetap terpekur mencabut duri