Aku remaja
bernasib bulat
Terbuang
karena prestasi dan kegagalan mimpi
Keluargaku
hanya peduli kapasitas otakku
Bila bodoh
kau sampah bila pandai kau kebanggaan
Ibuku hanya
peduli pada harga diri
Berkorbanlah
maka kau berguna berdiamlah dan kau adalah neraka
Teman-temanku
hanya peduli pada diri
Kau yang
berlebihan kau yang keterlaluan
Kekasihku
hanya peduli pada kesempurnaan
Berikan
segalanya kau kupujua setitik nila kau tak lebih berharga dari jelaga
Tuhanku
hanya peduli kepada mereka yang baik
Kau yang
tidak taat mendapat azab kau yang menyembah mendapat surga
Aku hanya
remaja bernasib bulat
Terlupakan
saat teringat kenyataan
Saksi hidup
saat nyata membantai mimpi
Keluargaku
hidup di atas awan
Mereka yang
tak mencapainya mati saja
Ibuku larut
dalam alam kesepian
Hampir
sulit untuk menjadi dua karena kriteria
Temanku
hilang tersapu waktu dan kebodohan
Mungkin
nanti bila waktunya percaya
Kekasihku
memandang tinggi dari matahari
Kau hidup
berkat cahayaku jangan bersikap seakan kau hebat
Tuhanku
tetap tenang d singgasananya
Memandang
lucu berbagai macam kreasinya
Aku hanya
remaja bernasib bulat
Terpaksa tua
karena tuntutan
Terpaksa
pintar karena kebohongan
Aku hanya
remaja bernasib bulat
Mencari
dunia yang menerima usaha menghargai fakta menjaga percaya memandang ikatan dan
peduli akan iman
Aku hanya
remaja bernasib bulat
Yang
terpaksa gagal mati karena belum giliran

Tidak ada komentar:
Posting Komentar