Terperangah
sejenak melihat semuanya bergulir
Windu
terakhir bertemu mereka polos tanpa tinta
Berlarian
kicau kecil memori soal lalu
Sulit
mengingatnya tapi tak mudah melupanya
Aku hanya
diam terkejut tertawa dan bersembunyi
Mengarahkan
kemudi kata mereka agar tetap di nostalgia
Tak terlalu
jauh menjamah pagi sekarang
Bukan takut
aku hanya enggan menebar bibit belas kasihan
Aku enggan
menjadi pusat pusaran
Lebih baik
begini
Aku bisa
bebas tertawa diam dan bersembunyi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar