Terpekur duduk dalam senyap
Tertawa semu menyemai gelap
Berpikir kelak akankah masih berpijak
Melihat alam dan isinya saling bersenyawa
Memandang sendu pada bahagia terkabulkan
Berharap gundah hilang bersama asap
Lelah mendengar cerita nyata
Sementara aku hanya mengulang khayal
Kenapa aku harus ikut tertawa saat aku lebih pantas ditertawakan
Aku hanya sisa seleksi yang belum tereliminasi
Sementara pelaju lain semakin tinggi aku tetap terpekur mencabut duri

Tidak ada komentar:
Posting Komentar